9 Okt 2009

Benarkah Bangsa kita Krisis Moral

di Posting pada hari Jumat, Tanggal 09 Oktober 2009 pada pukul 21.15 di Warkop 23

BETAPA sangat memprihatinkan kondisi masyarakat bangsa kita sekarang ini. Berawal dari krisis moneter/krisis ekonomi pada tahun 1997, akhirnya memicu krisis kepemimpinan, krisis kepercayaan dan akhirnya krisis moral. Dampak dari krisis moneter yang ditimbulkan antara lain semakin bertambahnya jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Selain itu juga terjadi peningkatan jumlah pengangguran.

DARI kedua dampak itu, akan menimbulkan efek berantai yang berkelanjutan. Seperti anak-anak putus sekolah, gizi buruk, dan yang sangat menghkhawatirkan adalah rapuhnya nilai-nilai moralitas yang dapat menciptakan berbagai macam kriminalitas.

JIKA kita tengok sejenak di sekeliling tempat tinggal kita, di pinggir-pinggir jalan, atau di sudut-sudut kota, betapa masih banyak saudara kita yang harus mempertaruhkan hidupnya untuk sekadar bertahan hidup. Kondisi atau keterpaksaan inilah yang akhirnya melahirkan kriminaler-kriminaler di Negeri ini, baik kelas teri, kelas kakap, baik yang di emperan pasar, maupun di gedung elit bertingkat, dan kelihatannya kok, penjahat main bertambah saja setiap hari. Apalagi jika kita saksikan berita-berita kriminal di tevevisi, ngeri rasanya, dan sayangnya BPS (Biro Pusat Statistik) belum mencatan jumlah angka penjahat secara nasional.

MEMANG kedengarannya mengerikan jika setiap kali kita membaca data statistik yang disodorkan BPS tentang jumlah penjahat. Akan tetapi sangat lebih mengerikan jika kita tiba-tiba mengetahui bahwa jumlah penjahat di negeri ini lebih banyak dibandingkan jumlah orang yang baik, hiih mengerikan.

Sebenarnya para pemimpin negeri ini sudah berupaya mengatasi persoalan bangsa ini. Dengan agenda reformasi yang meliputi berbagai bidang. Sayangnya agenda yang dijalankan belum sepenuhnya berhasil karena berbagai kendala. Reformasi di segala bidang gencar dilaksanakan, namun karena kuatnya tembok penghalang, maka hasilnya belum maksimal.

KITA, sebagai salah satu komponen bangsa tentunya dituntut untuk melakukan reformasi, terutama mereformasi diri sendiri, yaitu mereformasi mental. Dengan mereformasi mental kita, maka kita tidak menjadi manusia yang miskin mental.

DENGAN demikian kita bisa menyikapi setiap kondisi dan perubahan dengan cara yang berbeda. Kita akan menjadikan semua masalah yang dihadapi sebagai sebuah proses pembelajaran, supaya lebih kuat, lebih matang, dan lebih bijak. Intinya, kita bisa memandang berbagai persoalan dari sudut pandang yang positif.

SEBAGAI makhluk sosial, dan juga sejalan dengan ajaran hablum minannas, maka kita mempunyai kewajiban untuk ikut serta memecahkan persoalan yang melanda negeri ini. Yah.. tapi bagaimana caranya, apa bisa ya... Untuk masalah ini, barangkali kita boleh mencoba mempraktekkan resepnya Aa Gym Nastiar, dengan tiga M-nya yaitu Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal-hal kecil, dan Mulai dari saat ini. Dengan cara seperti itu, insya Allah kita akan terhindar dari KRISIS MORAL

wassalam....

**** M. Ihsan, S. Pd. ***



Tidak ada komentar: