19 Feb 2009

Belajar Hidup Sederhana

Amru bin Harith meriwayatkan bahwa Rasulullah saw ketika wafat tidak meninggalkan dinar, dirham, hamba sahaya lelaki atau perempuan, dan tiada sesuatu apa pun, kecuali keledai yang putih yang biasa dikenderainya dan sebidang tanah yang disedekahkan untuk kepentingan orang rantau. (Bukhari)

Nabi Muhammad Rasulullah saw selama hidupnya adalah seorang pribadi sederhana. Meskipun memiliki kekuasaan yang besar, tak terbersit pun dalam diri beliau memanfaatkannya untuk memiliki harta yang berlimpah. Kesederhanaan Rasulullah saw tidak sebatas pada sikap beliau yang memang sangat sederhana, tetapi juga pada apa yang dimilikinya. Hal itu beliau tampakkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Rasulullah saw bersabda,"Tiada hak bagi seorang anak Adam dalam semua hal ini kecuali rumah tempat tinggal, baju yang menutup auratnya, roti kering dan air." (Tarmidzi)

Ibnu Abbas menceritakan bahwa terkadang Rasulullah s.a.w beserta keluarganya tidak makan beberapa malam, karena tidak ada yang akan dimakannya dan kebanyakan makanan mereka terdiri dari roti dan tepung gandum. (Tarmidzi)

Dalam kehidupan dunia yang cenderung semakin materialistis ini, sikap sederhana adalah sesuatu yang langka. Banyak orang cenderung mempertontonkan kemewahan dan berlebihan dengan apa yang mereka miliki. Banyak orang merasa tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka miliki. Mereka berlomba-lomba menumpuk harta dan kekayaan. Mereka seakan tidak puas dengan apa yang telah mereka miliki. Ketika mereka telah diberikan oleh Allah kendaraan berupa motor, mereka ingin memiliki mobil. Ketika sudah terpenuhi, mereka berusaha memiliki mobil yang lebih mewah. Begitu pula ketika Allah telah memberinya rizki berupa rumah, banyak orang cenderung ingin memiliki rumah lebih mewah lagi.

Perilaku di atas sering kali menjerumuskan manusia pada perilaku-perilaku yang bertentangan dengan syariat Islam. Ketika manusia cenderung berperilaku berlebih-lebihan, sering kali pula manusia dibutakan matanya dengan melakukan perbuatan-perbuatan berupa tindakan korupsi dan bentuk kejahatan lainnya.

Padahal, esensi dari kesederhanaan adalah adanya rasa cukup pada dirinya dengan apa yang diterimanya. Hidup Sederhana adalah hidup tidak berlebih-lebihan, tidak bersikap mempertontonkan kemewahan di kalangan khalayak. Hidup sederhana juga berarti ada sifat qana’ah dan senantiasa berlaku adil serta mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah swt. Sikap hidup sederhana juga berarti bersikap secara proporsional, menempatkan sesuatu pada tempatnya, menggunakan harta yang dimilikinya untuk kepentingan dan kemaslahatan umat, senantiasa berinfak dan berzakat.


Rasulullah saw bersabda, "Sungguh bahagia orang orang yang masuk Islam, rezekinya cukup dan Allah menjadikan dia qana'ah, berhati rela menerima segala pemberian Nya" (Muslim).

"Beruntunglah orang yang diberi petunjuk kepada Islam, penghidupannya sederhana dan merasa cukup (qana'ah) dengan apa yang ada" (Muslim)

Dalam berperilaku hidup sederhana bukan berarti tidak diperkenankan memiliki harta kekayaan. Namun, dalam hak kepemilikan harta kekayaan harus didapatkannya sesuai dengan aturan yang digariskan dalam syar’iah terutama yang halalan thoyyiba, bersih dari suap menyuap, terhindar dari segala bentuk batil dan kefasikan, atau jauh dari norma-norma Islam, tidak cacat secara syar’i, tidak ada kerakusan, tidak minta-minta apalagi mengemis yang dapat menjatuhkan martabat secara pribadi, atau kolektif. QS Al Baqarah (2):168

Oleh karenanya, sebagai seorang muslim, sudah selayaknya kita mengedepankan hidup sederhana dengan cara berperilaku hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan dalam kepemilikan, dan senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt.

18 Feb 2009

KREASI MENGAJAR DENGAN METODE DISKUSI















1. DISKUSI: JIKA AKU ORANG ISRAEL

Menilai orang Israel sebagai orang/bangsa yang keras kepala dan tidak taat memang mudah. Namun, bagaimana jika kita sendiri ada di dalamnya? Anak-anak diajak menghayati pergumulan orang Israel.

Contoh aplikasi kreasi dalam bercerita:

Bangsa Israel sangat lelah setelah melakukan perjalanan panjang di padang pasir (gambar bangsa Israel di padang pasir). Mereka sangat haus dan lelah, dan mulai bersungut-sungut kepada Tuhan (gambar orang Israel sedang bersungut-sungut). Mereka mulai berkata, "Wah tahu begini, lebih baik aku tidak ikut keluar dari Mesir, toh kita akan mati kehausan di gurun pasir. Mengapa Allah begitu jahat kepada kita? Kita dibuat-Nya sengsara di gurun. Bukankah lebih enak tinggal di Mesir karena di sana kita dapat makan dan minum? Wah, tidak lama lagi kita semua pasti mati kehausan. Mengapa Tuhan begitu jahat mengeluarkan kita dari Mesir?" Begitulah keluh kesah orang Israel kepada Tuhan.
Pertanyaan guru kepada anak:
Apa yang kamu lakukan seandainya kamu seorang Israel dan berada bersama mereka yang kelelahan dan kehausan pada waktu itu? Apakah kamu akan ikut marah dan berkeluh kesah kepada-Nya? Mengapa? Apa yang akan kamu katakan kepada Tuhan?
(Anak-anak diminta menulis jawabannya dan mendiskusikannya di kelas.)

Guru melanjutkan ceritanya:

Lalu, Musa mengangkat tongkatnya dan memukul sebongkah batu, maka keluarlah dari bongkahan batu itu sebuah mata air yang bersih (gambar Musa memukul batu dan keluar air dari dalamnya). Sehingga semua orang dapat minum dari mata air itu.
Pertanyaan guru kepada anak:
Apa yang kamu lakukan seandainya kamu orang Israel dan melihat mukjizat itu? Apa yang akan kamu katakan kepada Tuhan?
(Anak-anak diminta menulis jawabnya di kertas dan mendiskusikannya di kelas.)

Begitu seterusnya .... Guru dapat meneruskan cerita dan pertanyaan berikutnya.

2. DISKUSI: ANDAI AKU ANAK ORANG KAYA
Diskusi kali ini mengajak anak-anak menghayati pergumulan seorang kaya. Tentu saja, cerita harus diakhiri dengan penerapan yang mengajarkan sikap yang Tuhan kehendaki dari semua orang yang telah menerima karunia kekayaan.

Contoh aplikasi kreasi dalam bercerita:

Ada seorang yang sangat kaya (guru menunjukkan gambar orang kaya). Pada suatu ketika, ia bertemu dengan Yesus (gambar orang kaya berdialog dengan Yesus) dan bertanya, "Guru, bagaimana caranya aku dapat masuk dalam Kerajaan Surga? Jawab Yesus kepadanya, "Juallah seluruh milikmu dan bagi-bagikanlah kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga. Kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku." Ketika mendengar hal itu ia menjadi sedih sebab ia sangat kaya.
Pertanyaan guru kepada anak:
Seandainya kamu menjadi orang kaya dalam cerita itu, apa yang akan kamu lakukan ketika Yesus menyuruhmu menjual seluruh kekayaanmu? (Anak-anak diminta menulis jawabnya dan kemudian mendiskusikannya di kelas.)

Guru melanjutkan cerita:

Inti perumpamaan itu bukan berarti mengajak kita menjual harta milik kita sehingga menjadi miskin. Tuhan Yesus mengingatkan betapa orang kaya sangat bergantung pada kekayaannya dan tidak menempatkan Tuhan di atas kekayaannya.
Pertanyaan guru kepada anak:
Apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu menjadi anak dari keluarga orang kaya? Menurutmu, siapakah yang memberikan kekayaan kepada orangtuamu? Apa yang dapat membuat orang hidup bahagia? Kekayaannya yang fana ataukah kalau ia memiliki Yesus?
(Anak-anak diminta menulis jawabnya dan mendiskusikannya di kelas.)

Tips Belajar

Beberapa tips di bawah ini SANGAT MENENTUKAN dan EFEKTIF diterapkan supaya anak SUKA BELAJAR:

di Tulis Oleh M. Ihsan, S. Pd.
Guru SMA Negeri 1 Tompobulu Kab. Bantaeng

1. SUASANA YANG MENYENANGKAN adalah SYARAT MUTLAK yang diperlukan supaya anak suka belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan.

2. Membuat ANAK SENANG BELAJAR adalah JAUH LEBIH PENTING daripada menuntut anak mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. Anak yang punya prestasi tapi diperoleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Anak yang bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang.

3. Kenali tipe dominan CARA BELAJAR ANAK, apakah tipe AUDITORY (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), VISUAL (melihat) ataukah KINESTHETIC (fisik). Meminta anak secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar anak nantinya akan membuat anak tidak mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga anak tidak berkembang dengan maksimal.

4. Belajar dengan JEDA WAKTU ISTIRAHAT setiap 20 menit akan JAUH LEBIH EFEKTIF daripada belajar langsung 1 jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula.

5. Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Anak akan menjadi SANGAT ANTUSIAS dan SEMANGAT untuk belajar jika isi/materi yang dipelajari anak SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK. Anak akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya, dan sebaliknya anak akan menjadi stress dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.